Pages

Sabtu, 30 Juli 2016

PELUNCURAN IJAKARTA

Semakin berkembangnya teknologi membuat orang meninggalkan budaya membaca buku dalam bentuk fisik hal ini dikarnakan peran smartphone yang membuat orang lebih memilih mengoptimalkan gadget untuk segala kebutuhan termasuk informasi dan orang pun tidak punya waktu untuk sekedar berkunjung, membaca maupun meminjam buku diperpustakaan. Semua orang terutama warga jakarta yang menginginkan membaca buku lebih mudah dan tidak perlu membawa buku kemanapun mereka pergi.
Kehadiran E-Book atau Buku Elektronik sangat memudahkan orang untuk tetap bisa membaca tanpa harus membawa buku dan salah satunya aplikasinya ialah IJakarta atau yang disebut juga dengan Jakarta Digital Libraries(JDL). IJakarta merupakan suatu aplikasi E-Library(Electronic Library) yang dilengkapi dengan reader yang berguna untuk para pembaca agar dapat membaca E-Book dan artikel  yang sudah  ada di aplikasi tsb secara online maupun offline. Aplikasi IJakarta ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) dengan PT. Woolu Aksara Maya selaku pengembang dilengkapi dengan E-Book reader atau perangkat membaca buku digital. Beberapa fitur dari sosial media yang kembangkan dalam segala platform sehingga para pembaca dapat mengakses aplikasi dimana saja dan kapan saja melalui Personal Computer(PC), Laptop maupun smartphone yang dimiliki dan salah satu fitur unggulan yang dimiliki oleh IJakarta ialah Epustaka yang dimana fitur ini memungkinkan pengguna  mencari berbagai judul dari berbagai penerbit maupun instansi yang telah melakukan kerja sama. Masalah tsb yang menjadikan Pemda DKI Jakarta menghadirkan aplikasi IJakarta sebagai solusi . Aplikasi ini berfungsi membuat perpustakaan berada dalam genggaman tangan. Untuk diketahui, alasan dibuatnya IJakarta ini ialah merupakan bentuk dari gerakan Baca Buku Bareng yang diluncurkan pada hari Buku Nasional yang tepatnya pada tanggal 17 Mei. Gerakan ini merupakan program bersama yang diusung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Smart City, Perpustakaan Nasional RI dan Yayasan Nusa Membaca. Seperti perpustakaan pada umumnya yang dimana para pembaca dapat meminjam buku, maka aplikasi IJakarta juga menyediakan fasilitas peminjaman. Peminjam/penggunan cukup menggunakan email atau akun media sosial yang mereka miliki.Kategori buku yang disediakan cukup beragam mulai dari Buku Pelajaran Sekolah, Biografi, Agama, Makanan, Literatur hingga bisnis maupun teknologi yang bisa dipilih oleh pengguna. Jumlah judul buku yang ada diaplikasi IJakarta akan bertambah seiring pembaruan aplikasi itu sendiri. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh IJakarta ialah sistem pengembalian buku secara otomatis, sehingga pembaca tidak perlu menekan tombol apapun untuk mengembalikannya. buku secara otomatis akan dikembalikan jika sudah habis masa pinjamnya.
Feature - Feature yang ada di IJakarta antara lain:
Tampilan Home Screen saat selesai proses instalasi

  • Connect With Facebook merupakan fitur yang digunakan untuk masuk atau mendaftarkan akun facebook dalam hal ini adalah email yang terdaftar sebagai akun facebook anda
  • Connect with Email merupakan fitur yang digunakan untuk masuk keaplikasi IJakarta menggunakan alamat email 


Dibawah ini merupakan langkah-langkahnya :
Registrasi/Sign Up
Forgot Password
fitur ini digunakan ketika pengguna lupa dengan password mereka.
 IJakarta Offline
Aplikasi Ijakarta dapat juga digunakan saat tidak ada koneksi internet, akan tetapi ada batasan IJakarta saat diakses offline. Hak akses yang diberikan pada saat pengguna offline ialah hanya sekedar membaca buku dan tidak dapat melakukan unduh. Adapun cara mengaksesnya yaitu dengan :

  • sudah masuk kedalam IJakarta saat ketika masih menggunakan IJakarta
  • sudah mendownload atau mengunduh buku    

Setelah melakukan pendaftaran dan verifikasi akun, maka pengguna pun dapat meminjam buku yang diinginkan. Apabila buku(E-Book) yang diinginkan tersedia maka pengguna dapat langsung dengan cara mengunduhnya. Apabila jumlah buku(E-Book) tersebut terbatas atau sedang ada yang meminjam, maka peminjam tsb  masuk dalam daftar antrean, jika sudah masuk antreannya maka pengguna tersebut dapat membaca maupu meminjam buku yang telah dipinjam olehnya .
Ijakarta hadir sebagai sumber media bacaan yang menyenangkan, menarik, dan mudah diakses oleh siapa saja termasuk warga Jakarta itu sendiri.  Melalui aplikasi tsb pengguna IJakarat dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya melalui fitur chat yang telah disediakan oleh IJakarta dan juga dapat saling berkomentar. Pada kalangan masyarakat modern saat ini yang memiliki mobilitas tinggi akan teknologi, kehadiran IJakarta menjadi suatu terobosan terbaru dalam media penyampaian informasi, baik berupa peraturan, kebijakan pemerintah, dan sarana publikasi yang dapat dinikmati dari oleh dan untuk warga jakarta itu sendiri.
IJakarta juga nantinya akan menjadi pusat pengembangan potensi warga DKI Jakarta (khususnya) yang berbasis teknologi digital. Melalui beragam progam terapan terpadu seperti taman bacaan dan pelatihan menulis yang dilakukan secara digital, membentuk suatu komunitas baru maupun mengembangkan komunitas yang sudah terbentuk dilingkungan warga Jakarta.
IJakarta juga berguna untuk menambah gairah warga jakarta(khusunya) dalam bidang menulis maupun membaca. Warga Jakarta juga dapat menerbitkan buku karangannya sendiri dalam bentuk digital. Dengan adanya IJakarta warga jakarta tidak perlu bersusah payah dan menunggu waktu lama untuk membaca  maupun maupun meminjam buku diperpustakaan
Peluncuran aplikasi ini mendapat dukungan dari berbagai penerbit buku seperti gramedia, pustaka buku, Erlangga  dan penerbit ternama lainnya.
Selamat menikmati kemudahan mengakses dan membaca ebook bersama IJakarta

Link Download Aplikasi IJakarta





PENGERTIAN BUKU DIGITAL (EBOOK), FUNGSI TUJUAN DAN FORMATNYA

Pengertian Buku Digital, Fungsi Tujuan dan Formatnya -

Buku digital atau buku elektronik, disingkat e-book, atau ebook, adalah bentuk digital dari buku cetak. Buku cetak pada umumnya terdiri atas setumpuk kertas dijilid yang berisi teks atau teks dan atau gambar,maka buku elektronik berisikan informasi digital yang dapat berisi teks, gambar, audio, video.


pengertian buku digital, fungsi buku digital, tujuan buku digital

Fungsi Buku Digital

a. Sebagai salah satu alternatif media belajar.
b. Berbeda dengan buku cetak, buku digital dapat memuat konten multimedia di dalamnya sehingga dapat menyajikan bahan ajar yang lebih menarik dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
c. Sebagai media berbagi informasi.
d. Dibandingkan dengan buku cetak, buku digital dapat disebarluaskan secara lebih mudah, baik melalui media seperti website, kelas maya, email dan media digital yang lain. 
e. Seseorang dengan mudah dapat menjadi pengarang serta penerbit dari buku yang dibuatnya sendiri.

Tujuan Buku Digital

Ada beberapa tujuan pengembangan buku digital adalah sebagai berikut:
a. Memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi, dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Dengan membuat konten dalam bentuk digital, pengarang tidak perlu mendatangi penerbit  untuk menerbitkan bukunya. Ia cukup berkunjung ke salah satu laman toko buku daring dan mendistribusikan bukunya secara mandiri.

b. Melindungi informasi yang disampaikan.
c. Berbeda dengan buku fisik yang dapat rusak, basah, ataupun hilang, buku digital yang berupa data di komputer terlindungi dari masalah-masalah tersebut. 
Andaikata data tersebut hilang, pengguna dapat dengan mudah mencari  penggantinya baik dari internet maupun meminta kembali pada pembuat buku.

d. Mempermudah proses memahami materi pelajaran.
f. Dalam perangkat lunak buku digital, Guru dapat memberikan catatan tertentu pada materi, mencari kata atau kalimat tertentu dalam materi, menampilkanfile multimedia (audio dan video) yang dapat diputar untuk memperkaya konten buku. Hal tersebut sangat membantu siswa memahami materi ajar dengan lebih baik dan lebih cepat.

 

Format Buku Digital

1. AZW– Amazon World. Sebuah format proprietary Amazon, yang menyerupai format MOBI kadang-kadang dengan dan kadang- kadang tanpa menyertakan Digital Rights Management (DRM). DRM pada format ini dikhususkan untuk Kindle Amazon.
2. EPUB– Electronic Publication. Format terbuka didefinisikan oleh Forum Open digital book dari International Digital Publishing Forum (idpf). EPUB mengacu kepada standar XHTML dan XML. Ini adalah standar yang sedang berkembang. baca juga cara membuat folder

Spesifikasi untuk EPUB dapat ditemukan di situs web IDPF, Adobe, Barnes & Noble, dan Apple, masing-masing memiliki DRM mereka sendiri. Format tersebut tidak kompatibel antara satu dengan yang  lainnya. Saat ini sudah ada versi terbaru yaitu ePub 3,  tetapi belum digunakan secara luas.

3. KF8- Format Kindle Fire dari Amazon. Hal ini pada dasarnya  sama dengan prinsip ePub yang disusun dalam pembungkus Palm File Database (PDB) dengan Digital Right Management (DRM) milik Amazon.

4. MOBI– Format MobiPocket, ditampilkan menggunakan perangkat lunak membaca sendiri. MobiPocket tersedia pada hampir semua PDA dan Smartphone. Aplikasi Mobipocket pada PC Windows dapat mengkonversi Chm, doc, Html, OCF, Pdf, Rtf, dan Txt file  ke format ini. Kindle menampilkan format mobipocket juga.

5. PDB- Palm File Database. Dapat menyertakan beberapa format buku digital yang berbeda, yang ditujukan untuk perangkat berbasiskan sistem operasi Palm. Pada umumnya digunakan untuk buku digital berformat PalmDOC (AportisDoc) dan format eReader juga.

6. PDF- Portable Document Format yang diciptakan oleh Adobe untuk produk Acrobat mereka. Format ini secara tidak langsung merupakan format yang digunakan untuk pertukaran dokumen. Dukungan perangkat lunak untuk format ini hampir mencakupi semua platform komputer dan perangkat genggam. 

Beberapa perangkat memiliki masalah dengan PDF karena kebanyakan konten yang tersedia akan ditampilkan baik untuk format A4 atau surat, yang keduanya tidak mudah dibaca ketika diperkecil   sesuai layar kecil. Beberapa aplikasi pembaca buku digital dapat menyusun ulang tampilan beberapa dokumen PDF, termasuk Sony PRS505, untuk mengakomodasi layar kecil.

7. PRC- Palm Resource File, Sering menyertakan alat baca Mobipocket tetapi kadang-kadang menyertakan eReader atau alat baca AportisDoc.

8. HTML- Hyper Text Markup Language adalah tulang punggung dari World Wide Web. Banyak teks yang didistribusikan dalam format ini. Selain itu, beberapa pembaca e-book mendukung Cascading Style Sheets (CSS) yang pada dasarnya gayautama panduan  untuk halaman HTML.

9. CHM- Compressed HTML, sering digunakan untuk file bantuan Windows. Hal ini telah menjadi sangat populer untuk distribusi teks dan bahan pendukung lainnya melalui Web.

10. XHTML- versi khusus dari HTML dirancang agar sesuai dengan aturan konstruksi XML. Ini adalah format standar untuk data epub.

11. XML- tujuan umum markup language untuk pertukaran data. Dalam konteks digital book umumnya terbatas pada XHTML dan RSS feed meskipun beberapa format lain yang telah ditetapkan.

DEFINISI PERPUSTAKAAN DIGITAL (DIGITAL LIBRARY)

perpustakaan digital
Perpustakaan merupakan gabungan dari 2 kata benda yaitu perpustakaan dan digital. Saat mendengar kata perpustakaan, kebanyajan orang akan membayangkan tentang sesuatu yang kuno atau tradisional. Hal ini bertolak belakang bila kita mendengar kata digital yang memberi kesan tentang kekinian, modern, peradaban maju dan masa depan. Lalu apa yang terjadi bila kedua kata ini digabungkan? apakah akan menjadi perpustakaan yang terlihat modern atau justru sebaliknya digital terkesan out of date atau kadaluarsa? mari kita simak pembahasan singkat berikut untuk sedikit memahami tentang konsep perpustakaan digital.
Sebelum kita beranjak ke istilah perpustakaan digital, terlebih dahulu kita uraikan definisi perpustakaan dan digital. Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan. Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ).
Selanjutnya untuk definisi digital, istilah digital bisa diartikan sebagai Sinyal yang seperti pulsa, artinya antara bagian-bagian sinyal terlihat terputus-putus. Bagian yang di atas digambarkan sebagai 1 dan bagian yang di bawah digambarkan sebagai 0. Digital bila dikaitkan dengan suatu konteks tertentu adalah sesuatu yang berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu atau bisa juga berhubungan dengan penomoran.
Dari definisi diatas, kita bisa melihat sedikit gambaran tentang apa itu perpustakaan dan apa itu digital !? selanjutnya untuk dapat memahami perpustakaan digital, mari kita lihat pendapat para ahli di bidang perpustakaan. ada beberapa pendapat yang telah dikemukaan yaitu sebagai berikut:
  1. Perpustakaan Digital adalah penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Atau secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital. (Gatot Subroto,  2009)
  2. Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan objek informasi yang mendukung akses objek informasi tersebut melalui perangkat digital. (Sismanto, 2008)
  3. Perpustakaan Digital adalah koleksi data multimedia dalam skala besar yang terorganisasi dengan perangkat manajemen informasi dan metode yang mampu menampilakan data sebagai informasi dan pengetahuan yang berguna bagi masyarakat dalam berbagai konteks organisasi dan sosial masyarakat. (Griffin, 1999)
  4. digital library is a managed collection of information, with associated services, where the information is stored in digital formats and accessible over a network (perpustakaan digital adalah kumpulan informasi yang dikelola, dengan layanan asosiasi dimana informasi disimpan dalam format digital dan dapat diakses melalui jaringan). (william arm)
  5. digital libraries are collections containing fixed , permanent documents which are based on digital technologies and are used by individuals working alone (perpustakaan digital adalah koleksi yang mengandung dokumen permanen yang didasarkan pada teknologi digital dan digunakan oleh individu yang bekerja sendiri.) Levy and Marshall (1995)
  6. Perpustakaan digital adalah koleksi perpustakaannya sudah dominan dalam bentuk digital. Koleksi digital ada dua kemungkinan, a). Koleksi tersebut tersedia di perpustakaan dalam bentuk bentuk digital  yang terpasang dalam perangkat keras perpustakaan dan b). Koleksi tersebut tidak tersedia di perpustakaan, tetapi dapat diakses melalui perpustakaan (zulfikar zen).
Nah dari pendapat para ahli diatas, dapat kita tarik beberapa kesimpulan. kesimpulan yang pertama perpustakaan digital adalah perpustakaan yang memiliki, mengelola dan meyebarluaskan sebagian koleksinya (baik sebagian besar maupun kecil) dalam bentuk digital. kesimpulan kedua, perpustakaan digital adalah perpustakaan yang memiliki, mengelola dan meyebarluaskan seluruh koleksinya dalam bentuk digital. Kesimpulan ketiga adalah perpustakaan yang menggunakan teknologi informasi atau perangkat digital untuk mengakses koleksi perpustakaan. Jadi, sampai saat ini belum ada kesepakatan bersama terkait dengan definisi perpustakaan digital menurut para peneliti.